Page Nav

HIDE

Pages

Breaking News:

latest

APAKAH PENYEMPROTAN DISINFEKTAN EFEKTIFMEMBUNUH SARS - COVIT 19

APAKAH PENYEMPROTAN DISINFEKTAN EFEKTIF MEMBUNUH  SARS - COVIT 19 sngapura MEDIACORUPTION 12/4/2020. Sejak Indonesia diland...



APAKAH PENYEMPROTAN DISINFEKTAN EFEKTIF MEMBUNUH  SARS - COVIT 19


sngapura

MEDIACORUPTION 12/4/2020.
Sejak Indonesia dilanda wabah COVID 19
banyak muncul disinfektan di depan fasilutas umum ,gedung perkantoran ,atau bahkan rumah pribadi . Selain itu ,
juga mulai muncul praktek menyemprot cairan disinfektan ketubuh manusia dan pengunaan bilik di disinfeksi berteknologi sinar ultraviolet.

Untuk memastikan suatu cairan disinfektan efektip dalam membunuh virus ,disinfektan tersebut harus berada dalam bentuk cair pada permukaan benda mati selama jangka waktu yang ditentukan melalui ditentukan melalui percobaan ilmiah ,jangka waktu ini biasanya disebut sebagai waktu kontak .Menurut baerbagai hasil penelitian yang dilansir oleh badan lingkungan Hidup Singapura ( National Environment Agency )terhadap pengunaan cairan disinfektan terhadap virus Corona waktu kontak yang diperlukan berkisar 1 sampai 10 menit.

Kita belum mengetahui waktu kontak efektif cairan disinfektan yang disemprotkan ke seluruh tubuh ,baik melalui bilik disinfeksi maupun penyemprotan langsung untuk membunuh virus SARS - VOVID 2.

Selain itu, masyarakat tidak mengetahui pasti bahan apa yang digunakan untuk membuat cairan disinfektan dan apakah cairan tersenut mengandung konsentrasi bahan kimia yang tepat .Menurut berbagai sumber ada beberapa cairan yang digunakan sebagai disinfektan yang disemprotkan ketubuh manusia .Antara lain larutan pemutih / natrium hipoklorit,klorin dioksida ,etanol 70 persen ,kloroksilenol ,larutan garam terionisasi ,benzalkoniumklorida ,hidrogen perosida dan sebagainya ,bahkan cuka jeruk nipis pun telah digunakan dalam pembuatan cairan disinfektan ,meskipun bahan- bahan ini tidak terbukti secara ilmiah membunuh Virus Covid -19.

Dengan alasan diatas ,kami menyimpulkan bahwa praktik ini berpotensi memberikan rasa aman yang salah kepada Masyarakat bahwa mereka telah terlindungi dari virus SARS - COVID 

Praktek penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh manusia dapat menyebabkan efek samping yang buruk terhadap kesehatan 

WHO Telah menyatakan bahwa penyemprotan cairan disinfektan keseluruh tubuh dapat menyebabkan kerusakan selaput lendir seperti mata dan mulut

Menghirup Gas klorin dan klorin dioksida dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernafasan 

Penelanan dan penghirupan kloroksilenol yang merupakan bahan aktif cairan antiseptik komersial ,secara tidak sengaja dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius bahkan kematian.

Benzalkonium klorida dapat menyebabkan iritasi mata dan pengunaan Cuka apel telah dilaporkan dapat menyebabkan iritasi kulit

Selain itu alkohol adalah bahan yang mudah terbakar ,terutama ketika diaplikasikan sebagai uap dan digunakan dekat sumber api terbuka seperti rokok

WHO telah menyatakan bahwa sinar ultraviolet tidak boleh diarahkan langsung ketubuh manusia karena radiasi sinar UV dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak retina mata.

Kawal Covid -19 telah menyiapkan berbagai panduan untuk menjaga kebersihan tubuh 

jangan memasang bilik disinfektan didepan gedung .Cukup sediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer bagi para pengunjung .( MC REDAKSI ).











Tidak ada komentar